<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nikmatnya Berbagi &#187; Add new tag</title>
	<atom:link href="http://komunitasmahasiswa.info/tag/add-new-tag/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komunitasmahasiswa.info</link>
	<description>Waroeng Nongkrong Berbagi Ilmu . . .</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 21:52:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Definisi dan Tipe Variabel (Bag 2)</title>
		<link>http://komunitasmahasiswa.info/2009/07/definisi-dan-tipe-variabel-bag-2/</link>
		<comments>http://komunitasmahasiswa.info/2009/07/definisi-dan-tipe-variabel-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 01:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penulisan KTI]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[jenis variabel]]></category>
		<category><![CDATA[tipe variabel]]></category>
		<category><![CDATA[variabel kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[variabel moderat]]></category>
		<category><![CDATA[variabel pengganggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitasmahasiswa.info/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[3. Variabel 	Moderat (Moderate variable)
Variabel moderat adalah variable bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah kehadirannya berpengaruh terhadap hubungan antara variable bebas pertama dan variable tergantung. Variabel moderat merupakan variable yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah varaibel tersebut mengubah hubungan antara variable bebas dan variabel tergantung.
Pada kasus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>3. </strong><strong>Variabel 	Moderat (Moderate variable)</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel moderat adalah variable bebas kedua yang sengaja dipilih oleh peneliti untuk menentukan apakah kehadirannya berpengaruh terhadap hubungan antara variable bebas pertama dan variable tergantung. Variabel moderat merupakan variable yang faktornya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah varaibel tersebut mengubah hubungan antara variable bebas dan variabel tergantung.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Pada kasus adanya hubungan antara warna sepeda motor dengan minat beli, peneliti memilih variable moderatnya ialah “harga”.  Dengan dimasukannya variabel moderat harga, peneliti ingin mengetahui apakah besaran hubungan kedua varibel tersebut berubah. Jika berubah maka keberadaan variable moderat berperan, sedang jika tidak berubah maka variable moderat tidak mempengaruhi hubungan kedua variabel yang diteliti.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Contoh lain:</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Hipotesa: 	Ada hubungan antara promosi di media televisi dengan meningkatnya 	kesadaran merek handphone Samsung  di kalangan konsumen</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	bebas: promosi</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	tergantung: kesadaran merek</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variable moderat: media promosi<strong></strong></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"><strong>4. </strong><strong>Variabel 	Kontrol (Control variable)</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Dalam penelitian peneliti selalu berusaha menghilangkan atau menetralkan pengaruh yang dapat menganggu hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Suatu varaibel yang pengaruhnya akan dihilangkan disebut variabel kontrol. Variable kontrol didefinisikan sebagai variabel yang faktornya dikontrol oleh peneliti untuk menetralisasi pengaruhnya. Jika tidak dikontrol varaibel tersebut akan mempengaruhi gejala yang sedang dikaji.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Hipotesa: ada pengaruh kontras warna baju terhadap keputusan membeli di kalangan wanita</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	bebas: kontras warna</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	tergantung: keputusan membeli</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	kontrol: wanita (jenis kelamin)</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Pada kasus penelitian di atas variable kontrolnya jenis kelamin wanita. Asumsi peneliti hanya wanita saja yang terpengaruh kontras warna baju jika mereka ingin membelinya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"><strong>5. Variable 	pengganggu (intervening variable)</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel bebas, tergantung, kontrol dan moderat merupakan variable-variabel kongkrit. Ketiga variable, yaitu variable bebas, kontrol dan moderat tersebut dapat dimanipulasi oleh peneliti dan pengaruh ketiga varaibel tersebut dapat dilihat atau diobservasi. Lain halnya dengan variable pengganggu, variable tersebut bersifat hipotetikal  artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan tergantung yang sedang diteliti. Oleh karena itu, variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Contoh:</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Hipotesa: Jika minat terhadap tugas meningkat, maka kinerja mengerjakan tugas tersebut akan semakin meningkat</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	bebas: minat terhadap tugas</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	tergantung: kinerja dalam mengerjakan tugas</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	penganggu: proses belajar</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Keterangan kasus di atas adalah sebagai berikut jika mahasiswa tertarik terhadap tugas yang diberikan oleh dosen, maka hasilnya akan baik. Besar kecilnya  kinerja  dipengaruhi oleh minat; sekalipun demikian hasil akhir pengerjaan tugas tersebut dipengaruhi oleh factor mahasiswa belajar atau tidak terlebih dahulu dalam mengerjakan tugas tersebut. Dengan minat yang tinggi dan persiapan belajar yang baik, maka kinerjanya akan semakin besar.</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Contoh 2:</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Hipotesa: Layanan yang baik mempengaruhi kepuasan pelanggan</p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	bebas: layanan yang baik</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	tergantung: kepuasan pelanggan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Variabel 	pengganggu: kualitas jasa / produk</p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify">Pada umumnya layanan yang baik akan memberikan kepuasan yang tinggi terhadap pelanggan; sekalipun demikian kualitas jasa akan mempengaruhi hubungan variabel layanan dengan variabel kepuasan. Layanan baik belum tentu memberikan kepuasan kepada pelanggan jika kualitas jasanya atau produknya rendah. Misalnya sebuah toko sepatu memberikan layanan yang baik kepada pelanggannnya. Ketika seorang pembeli mengetahui bahwa sepatunya sobek pada bagian tertentu maka tingkat kepuasannya akan turun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitasmahasiswa.info/2009/07/definisi-dan-tipe-variabel-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teori-teori Atribusi (Labelling)</title>
		<link>http://komunitasmahasiswa.info/2009/01/teori-teori-atribusi-labelling/</link>
		<comments>http://komunitasmahasiswa.info/2009/01/teori-teori-atribusi-labelling/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 05:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Psikologi & Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Distinctiveness]]></category>
		<category><![CDATA[Konsensus]]></category>
		<category><![CDATA[Labelling]]></category>
		<category><![CDATA[Model of Scientific Reasoner]]></category>
		<category><![CDATA[teori Atribusi]]></category>
		<category><![CDATA[teori Konsensus]]></category>
		<category><![CDATA[Theory of Correspondent Inference]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://komunitasmahasiswa.info/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Ada 3 teori atribusi, yaitu:
1.      Theory of Correspondent Inference (Edward Jones dan Keith Davis)
Apabila perilaku berhubungan dengan sikap atau karakteristik personal, berarti dengan melihat perilakunya dapat diketahui dengan pasti sikap atau karakteristik orang tersebut. Hubungan yang demikian adalah hubungan yang dapat disimpulkan (correspondent inference).
Bagaimana mengetahui bahwa perilaku berhubungan dengan karakteristiknya?
1.	Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada 3 teori atribusi, yaitu:</p>
<p>1.      Theory of Correspondent Inference (Edward Jones dan Keith Davis)<br />
Apabila perilaku berhubungan dengan sikap atau karakteristik personal, berarti dengan melihat perilakunya dapat diketahui dengan pasti sikap atau karakteristik orang tersebut. Hubungan yang demikian adalah hubungan yang dapat disimpulkan (correspondent inference).</p>
<p>Bagaimana mengetahui bahwa perilaku berhubungan dengan karakteristiknya?<br />
1.	Dengan melihat kewajaran perilaku. Orang yang bertindak wajar sesuai dengan keinganan masyarakat, sulit untuk dikatakan bahwa tindakannya itu cerminan dari karakternya.<br />
2.	Pengamatan  terhadapan perilaku yang terjadi pada situasi yang memunculkan beberapa pilihan.<br />
3.	Memberikan peran berbeda dengan peran yang sudah biasa dilakukan. Misalnya, seorang juru tulis diminta menjadi juru bayar. Dengan peran yang baru akan tampak keaslian perilaku yang merupakan gambaran dari karakternya.</p>
<p>2.      Model of Scientific Reasoner (Harold Kelley, 1967, 1971)<br />
Harrold Kelley mengajukan konsep untuk memahami penyebab perilaku seseorang dengan memandang pengamat seperti ilmuwan, disebut ilmuwan naïf. Untuk samapi pada suatu kesimpulan atribusi seseorang, diperlukan tiga informasi penting. Masing-masing informasi juga harus menggambarkan tinggi-rendahnya. Tiga informasi itu, adalah:</p>
<p>a.     Distinctiveness<br />
Konsep ini merujuk pada bagaiman seorang berperilaku dalam kondisi yang berbeda-beda. Distinctivness yang tinggi terjadi apabila orang yang bersangkutan mereaksi secara khusus pada suatu peristiwa. Sedangkan distinctiveness rendah apabila seseroagn merespon sama terhadap stimulus yang berbeda.</p>
<p>b.     Konsistensi<br />
Hal ini menunjuk pada pentingnya waktu sehubungan dengan suatu peristiwa. Konsistensi dikatakan tinggi apabila seseorang merespon smaa untuk stimulus yang sama pada waktu yang berbeda. Apabila responnya tidak menentu maka seseorang dikatakan konsistensinya rendah.</p>
<p>c.     Konsensus<br />
Apabila oranglain tidak bereaksi sama dengan seseorang, berarti konsensusnya rendah, dan sebaliknya. Selain itu konsep tentang consensus selalu melibatkan oranglain sehubungan dengan stimulus yang sama.</p>
<p>Dari ketiga informasi diatas, dapat ditentukan atribusi pada seseorang. Menurut Kelley ada 3 atribusi, yaitu:<br />
•	Atribusi Internal, dikatakan perilaku seseorang merupakan gambaran dari karakternya bila distinctivenessnya rendah, konsensusnya rendah, dan konsistensinya tinggi.<br />
•	Atribusi Eksternal, dikatakan demikian apabila ditandai dengan distinctiveness yang tinggi, consensus tinggi, dan konsistensinya juga tinggi.<br />
•	Atribusi Internal-Eksternal, hal ini ditandai dengan distinctiveness yang tinggi, consensus rendah, dan konsistensi tinggi.</p>
<p>3.       Konsensus(Weiner)</p>
<p>Ada dua macam dimensi pokok:<br />
a.     Keberhasilan dan kegagalan memiliki penyebab internal atau eksternal.<br />
b.     Stabilitas penyebab, stabil atau tidak stabil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://komunitasmahasiswa.info/2009/01/teori-teori-atribusi-labelling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
