Pengertian Dasar Istilah Penulisan KTI ( Bag. 2 )

Kerangka Ilmiah

  1. Perumusan masalah : pertanyaan tentang obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor- faktor yang terkait didalamnya.
  2. Penyusunan kerangka dalam pengajuan hipotesis : Menjelaskan hubungan anatara factor yang terkait, Disusun secara rasional, Didasarkan pada premis-premis I lmiah, Memperhatikan faktor-faktor empiris yang cocok
  3. Pengujian hipotesis : mencari fakta-fakta yang mendukung hipotesis
  4. Penarikan kesimpulan

Sarana Berpikir Ilmiah

bahasa

Yang dimaksud bahasa disini ialah bahasa ilmiah yang merupakan sarana komunikasi ilmiah yang ditujukan untuk menyampaikan informasi yang berupa pengetahuan, syarat-syarat :

- - bebas dari unsur emotif

- - reproduktif

- - obyektif

- - eksplisit

matematika

Matematika adalah pengetahuan sebagai sarana berpikir deduktif sifat :

- - jelas, spesifik dan informatif

- - tidak menimbulkan konotasi emosional

- - kuantitatif

statiska

Statiska ialah pengetahuan sebagai sarana berpikir induktif sifat :

- - dapat digunakan untuk menguji tingkat ketelitian

- - untuk menentukan hubungan kausalitas antar factor terkait

Posted under Penulisan KTI by Brian on Thursday 12 March 2009 at 4:03 am

Dasar-Dasar, Sumber Pengetahuan, dan Kriteria Kebenaran

Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi ujung tombak berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut :

Penalaran

Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu, menurut logika tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan penegtahuan. Berpikir logis mempunyai konotasi jamak, bersifat anaslistis. Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yang menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme.

Logika (Cara Penarikan Kesimpulan)

Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah “pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid).

Dalam logika ada dua macam yaitu logika induktif dan deduktif. Contoh menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisma, seperti contoh dibawah ini :

Silogisma

Premis mayor : semua manusia akhirnya mati

Premis minor : Amir manusia

Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati

Sumber Pengetahuan

Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descarte pernah berkata

“DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai criteria untuk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran maka muncullah pula berbagai kriteria kebenaran.

Kriteria Kebenaran

Salah satu criteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar. Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah

Teori Koherensi

Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren.

Teori Korespondensi

Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah London, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah; karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta.

Teori Pragmatis

Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi.

Posted under Penulisan KTI by Brian on Thursday 5 March 2009 at 3:43 am

Next Page »